4 Cara Tepat Ternak Ikan Cupang Hias

Funkfestconcerts – Ikan cupang dulunya banyak untuk aduan, tapi seiring berkembangnya hobi ikan hias yang tengah bangkit masa kejayaannya ini, membuat ikan cupang hias lebih mendominasi daripada untuk aduan. Sebab ikan cupan sendiri memiliki warna-warna yang indah dengan ekor yang menawan. Gerakan yang lincah dan agresif menjadikannya idola untuk dipelihara.

Cara Tepat Ternak Ikan Cupang Hias

Ketertarikan masyarakat akan ikan cupang ini kembali bangkit dan sedang diburu oleh para penghobinya. Kita bisa melihat ini sebagai ladang bisnis di tengah pandemi covid-19 yang melumpuhkan ekonomi. Bisnis yang menjanjikan ini salah satunya ialah ternak ikan cupang hias. Adapun 4 cara yang dapat dilakukan dengan tepat untuk memperoleh hasil panen yang melimpah.

  1. Pilih Indukan Cupang

Tidak semua cupang dewasa bisa menjadi indukan yang tepat. Kita bisa memilihnya dengan melihat warna pada cupang jantan yang siap kawin. Warna yang cerah dan mencolok baik untuk menjadi indukan pejantan. Sirip dan ukuran badannya panjang, serta memiliki gerakan yang lincah adalah syarat pokoknya. Jika cupang jantan tidak lincah, sebaiknya jangan dipilih untuk menjadi indukan jantan.

Ikan cupang betina memang memiliki perbedaan yang sangat jelas jika dibandingkan dengan cupang jantan. Cupang betina yang siap kawin berusia 3 sampai 4 bulan, sementara jantan usia siap kawinnya antara 4 sampai 8 bulan. Ikan cupang betina memiliki warna kusam, biasanya merah muda pucat, bersirip pendek dan tubuhnya bulat, gerakannya juga lamban.

  1. Wadah Pemijahan

Ikan yang siap kawin butuh air yang bersih dan beberapa tanaman air di dalamnya. Jenis ikan ini termasuk ikan yang pemilih dalam hal suasana kawin. Air yang jernih harus didiamkan semalaman terlebih dahulu dan peletakkan wadahnya pun harus di tempat yang tenang. Si ikan yang terkenal agresif ini tidak suka masa kawinnya diganggu oleh ikan lainnya atau usikan manusia.

Jika sudah siap wadahnya, maka masukkan terlebih dulu indukan cupang jantan. Biarkan si jantan ini membentuk gelembung-gelembung di dalam wadah pemijahan. Waktu yang tepat untuk pemijahan ialah pagi hari yakni sekitar pukul 7 sampai 10 pagi dan sore hari pada pukul 4 sampai 6 sore.

  1. Proses Menjaga Telur

Setelah pemijahan berhasil dilakukan, harus segera keluarkan indukan cupang betina, sebab betina ini lebih sensitif ketika bertelur. Bisa jadi dia akan memangsa telurrnya sendiri, oleh sebab itu indukan cupang jantanlah yang memiliki peran aktif dalam menjaga telur-telurnya sampai siap menetas. Ternak ikan cupang hias pun bisa segera dirasakan prosesnya selama si jantan menjaga telurnya, jangan sampai salah menghitung jumlah hari.

Pada hari ke 3 telur-telur sudah menetas dan segera keluarkan indukan cupang jantan. Lalu berikan kutu air sebagai makanan pertama si baby fish yang besarnya seperti jarum ini. jangan terlalu banyak dalam memberikan pakannya agar kebersihan air tetap terjaga. Baby fish cupang ini masih sangat rentan dan tidak bisa hidup di air yang kotor. Indukan cupang jantan baru bisa dikeluarkan 2 minggu setelah telurnya menetas.

  1. Wadah yang Terpisah

Baby fish cupang harus dipisahkan dari induknya dan ditempatkan di wadah yang lebih luas. Sangat perlu diperhatikan kulitas kebersihan air serta wadah yang menjadi tempat mereka bertumbuh. Saat usia mereka memasuki satu setengah bulan, itulah saat pemilahan berdasarkan jenis kelamin. Jantan dan betina mulai nampak dari bentuk tubuh, sirip, dan corak warnanya. Pisahkan mereka berdasarkan kelompok jenis kelaminnya.

Selanjutnya bisa juga dipisahkan berdasarkan warna yang muncul pada tubuh masing-masing ikan cupang. Usia pada ikan cupang juga perlu diperhatikan saat memilihnya sebagai indukan yang siap mengalami proses pemijahan. Prosesnya sangatlah cepat dan pasarannya pun menjanjikan. Suda siap untuk ternak ikan cupang hias?